Entri Populer

Minggu, 10 Juli 2011

Kota Muntilan pasca guyuran abu vulkanik

Sungguh kejadian yang ora umum (luar biasa). Kota Muntilan yang biasanya tampak indah, pasca diguyur hujan abu tanggal 4 November 2010, kota ini menjadi kota mati. Betapa tidak. Guyuran hujan abu yang amat deras 3 hari tanpa henti itu mengakibatkan kota Muntilan luluh lantak. Jalanan dipenuhi lumpur. Banyak pohon dan bangunan yang roboh karena tak kuat menahan beban abu vulkanik yang deras.
Sebagai warga Muntilan, saya tak akan pernah lupa akan kejadian itu. Untuk itu, saya akan memperlihatkan foto-foto kota saya pasca guyuran hujan abu yang diambil dari berbagai sumber. Berikut ini foto-fotonya. 
Keruh. Aliran Kali Bangkong di Dusun Ngadiretno, Taman Agung, Muntilan. Tampak pohon-pohon di pinggir sungai yang roboh. Air sungai tampak keruh dipenuhi abu vulkanik.
Jual Masker. Seorang pedagang masker tampak menawarkan masker di bangjo Pasar Muntilan.
Bermasker. Berberapa pengendara sepeda motor yang melintas di depan Pasar Muntilan tampak menggunakan masker untuk melindungi diri dari abu vulkanik.
Suasana di samping Pasar Muntilan pasca guyuran abu vulkanik.
Kerja keras. Beberapa pekerja bersihkan lumpur abu vulkanik yang menutup Jalan Dr Sutomo.
Terjang Medan Lumpur. Para pengendara sepeda motor berusaha semaksimal mungkin memacu kendaraannya di Jalan Pemuda yang dipenuhi lumpur.
 Suasana perempatan Laris pasca guyuran abu vulkanik. Toko-toko tampak masih tutup.
 Suasana di Jalan Kauman depan SMP Muhammadiyah 1 Muntilan.
 Seorang pengendara sepeda motor melewati Jalan Talun yang dipenuhi lumpur.
 Masjid Al Fath Kauman
  


Jalan Pemuda
Beberapa toko di pinggir Jalan Pemuda
Jalan Klangon
Tugu Besi
Jalan Veteran
Pembersihan Abu Vulkanik

Menapak Jalan Berabu. Seorang  anak tampak berjalan di jalur lingkar Bambu Runcing.


















Beginilah dampak abu vulkanik di Muntilan. Semoga bermanfaat. Wassalam.